Universitas Pendidikan Ganesha

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pekan Gema Matematika Tahun 2022 Membangun Insan Pendidikan/Generasi Ganesha yang Kreatif, Kompetitif, Berprestasi dan Tanggap Arus Informasi

 

Kemajuan peradaban manusia tidak lepas dari peranan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan IPTEK yang demikian pesat telah mengantarkan kita menuju dunia baru, dunia matematika. Matematika sebagai ratu dari bebagai ilmu memiliki peranan yang cukup besar dalam mewujudkan dunia baru itu. Demikian besar peranan matematika dalam kehidupan ini sehingga tak ada satupun aktivitas manusia yang tidak diwarnai oleh matematika. Karena itulah Kline (dalam Liennawaty) menyatakan bahwa “Jatuh bangunnya suatu negara dewasa ini tergantung pada kemajuan di bidang matematika”.

Berdasarkan  penelitian Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS),  matematika Indonesia berada di peringkat ke-34 dari 38 negara. Padahal kalau diteliti lebih dalam lagi, berdasarkan penelitian yang juga dilakukan oleh TIMMS jumlah jam pengajaran matematika di Indonesia dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika, jumlah yang cukup banyak. Tapi kenyataannya, prestasi matematika siswa Indonesia hanya menembus skor rata-rata 411 (400 = rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, dan 625 = tingkat lanjut). Artinya “Waktu yang dihabiskan siswa Indonesia di sekolah tidak sebanding dengan prestasi yang diraih”. Disamping itu, dalam IMO 2010 (51st International Mathematical Olympiad July 2-14, 2010), Indonesia berada di urutan ke-30 dari 98 negara peserta.

Keadaan ini perlu diperhatikan dengan kedudukan dan peran matematika untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan, mengingat matematika merupakan induk ilmu pengetahuan. Matematika saat ini belum menjadi pelajaran yang difavoritkan. Alih-alih difavoritkan, mata pelajaran ini sering dianggap momok bagi sebagian besar peserta didik. Situasi ini tentunya merupakan tantangan bagi kita semua. Sudah merupakan kewajiban kita untuk ikut menciptakan iklim yang kondusif dalam pembangunan pendidikan matematika di Indonesia. Oleh karena itu, kami merasakan perlunya diselenggarakan suatu kegiatan yang bisa menjadi stimulus bagi peningkatan etos ilmu, penajaman kuriositas matematika, pembangunan informasi dan komunikasi dalam bidang matematika, semangat belajar, dan pengembangan eksplorasi ilmiah para siswa di bidang matematika. Secara berjenjang , kontinu dan dengan kemitraan yang erat antara pemerhati matematika, upaya semacam ini bisa meningkatkan prestasi siswa di bidang matematika.

Sehubungan dengan itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika Undiksha menyelenggarakan kegiatan Pekan Gema Matematika (PGM). PGM adalah program kerja utama yang diselenggarakan oleh HMJ Matematika UNDIKSHA setiap tahunnya. PGM dapat dikatakan sebagai perhelatan ilmiah bagi siswa SD, SMP, SMA dan SMK, guru dan mahasiswa se-Bali yang terpilih dan berbakat di bidang matematika. Mereka datang untuk berkompetisi, uji kecerdasan, dan tanding kecakapan nalar secara obyektif guna menjadi yang terbaik di bidang matematika. PGM terdiri dari tiga rangkaian kegiatan besar yaitu GLM (Gema Lomba Matematika), GEM (Gema Expo Matematika), dan GKM (Gema Kreasi Matematika). Namun selain GLM, PGM juga mengadakan Lomba Media Pembelajaran berbasis IT. PGM tahun ini memang sedikit berbeda dari PGM sebelumnya karena pandemi Covid-19 yang masih ada sampai tahun ini. Dari tiga kegiataan besar tersebut PGM tahun ini hanya menyelenggarakan kegiatan GLM dan GKM saja karena kondisi pandemi yang sudah mulai membaik.

PGM tahun 2022 menyelenggarakan kegiatan GKM secara luring dan dapat ditonton secara langsung oleh anggota HMJ Matematika Undiksha. Tujuan dari GKM tahun ini adalah untuk meningkatkan keakraban di tingkat interent atau antar anggota HMJ Matematika dan keakraban ditingkat ekstern atau keakraban antara anggota HMJ Matematika dengan penonton lainnya. Kemudian GLM tetap diadakan secara semi offline karena pada babak penyisihan dan semifinal masih dilaksanakan secara daring, sedangkan pada babak final dilaksanakan secara luring. Tujuan dari GLM adalah memberikan peluang bagi siswa SD, SMP, SMA, dan SMK untuk mengembangkan kemampuan siswa pada bidang matematika. Selain itu, siswa yang mengikuti GLM diharapkan mampu berpikir secara kritis tentang personal matematika. Walaupun saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19, bukan berarti generasi muda tidak boleh mengembangkan pengetahuan dan kreativitas yang dimilikinya. Maka dari itu, PGM tahun 2022 kembali dengan membuka peluang besar untuk siswa, guru dan mahasiswa se-Bali agar dapat merealisasikan pengetahuan dan keterampilan matematika yang mereka miliki.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan...!

Archives

Definition List

Unordered List

Support