Langsung ke konten utama

OSKAR 2016



OSKAR 2016
“GENERASI BARU, HARAPAN BARU”

Setiap tahunnya, ada suatu rangkaian kegiatan yang selalu diadakan di HMJ Pendidikan Matematika

Undiksha dalam menyambut mahasiswa baru di jurusannya. Kegiatan tersebut bernama OSKAR yang merupakan singkatan dari Orientasi Kehidupan Mahasiswa Jurusan. Tahun ini kegiatan OSKAR diadakan kembali dan diketuai oleh Ida Ayu Desi Astuti, seorang mahasiswi semester V kelas A. Kegiatan OSKAR 2016 ini berlangsung selama 5 hari dan dalam rentangan hari yang telah ditentukan. Pada hari-hari tersebut, kegiatan dibagi menjadi 2 paruh, yaitu paruh pagi dan paruh sore.
Hari pertama rangkaian kegiatan OSKAR adalah kegiatan Matriks Sehat yang diadakan pada sore hari tanggal 26 Agustus 2016 di SECATA (Sekolah Calon Tamtama). Pembukaan OSKAR sendiri dilaksanakan keesokan paginya yaitu Sabtu, 27 Agustus 2016 dan dilanjutkan dengan kegiatan Matrikulasi sebagai paruh sorenya. Hari ketiga, yaitu hari Minggu, 28 Agustus 2016, paruh pertama berisikan kegiatan seminar dan lomba mading, dan diikuti kegiatan Matrikulasi pada sore harinya. Berselang seminggu setelah hari ketiga, diadakan hari keempat kegiatan OSKAR, yaitu pada hari Sabtu tanggal 3 September 2016 yang kembali terbagi atas dua paruh, dimana paruh pertama berisikan kegiatan debat antar mahasiswa baru, dan paruh kedua adalah kegiatan Matriks Sehat yang diadakan di Batalyon Singaraja. Hari kelima yang juga menjadi puncak serangkaian kegiatan OSKAR, yaitu pada hari Sabtu, 24 September 2016, dengan kegiatan Softskill yang menjadi kegiatan inti di paruh paginya dan upacara penutupan serta malam inisiasi pada paruh sorenya.
Ida Ayu Desi Astuti, sebagai ketua panitia serangkaian kegiatan OSKAR ini mengatakan bahwa tujuan dari OSKAR adalah untuk mempercepat adaptasi mahasiswa-mahasiswa baru di Jurusan Pendidikan Matematika dengan kehidupan jurusan dan mengubah mindset siswa mereka menjadi mindset mahasiswa. Menurutnya, secara umum kegiatan OSKAR sudah berjalan dengan baik karena tujuan-tujuan dari kegiatan OSKAR itu sendiri sebagian besar sudah tercapai.
Dalam suatu kegiatan tentu tidak terlepas dari yang namanya kendala. Hal tersebut juga dialami oleh ketua panitia OSKAR tahun 2016 ini. Kurangnya partisipasi dari peserta OSKAR merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh kepanitiaan OSKAR tahun ini, selain itu terdapat pula kendala cuaca yang sangat mengejutkan karena hujan tiba-tiba turun di saat Malam Inisiasi, padahal sudah dilakukan antisipasi dengan melakukan ritual “nerang” sebelumnya. Namun hambatan tersebut dapat teratasi  dengan menyadarkan para peserta OSKAR bahwa serangkaian kegiatan OSKAR itu penting dan berguna untuk bekal dalam menjalani perkuliahan nantinya, sehingga para peserta OSKAR dapat berpartisispasi dengan baik. Kepanitiaan pun berusaha meminjam GOR FOK setelah digunakan untuk kegiatan Bioma Open, sehingga kegiatan malam inisiasi bisa dilanjutkan dan kegiatan OSKAR dapat berakhir dengan baik. (asd,dp)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formulir Minat Bakat & Surat Pernyataan untuk Mahasiswa Baru

            Bagi mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Matematika, diwajibkan untuk mendownload "Formulir Minat Bakat & Surat Pernyataan".             Surat tersebut di cetak rangkap 1, dan dikumpulkan tanggal 15 Agustus 2014. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Dewa Ardinata (08983141246). Formulir Minat Bakat Surat Pernyataan

Biodata Dosen

BIODATA DOSEN JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA        Bagi rekan-rekan yang belum tahu mengenai beberapa data dosen dapat melihatnya di tabel di bawah ini. Jika ada perubahab mohon agar menyertakannya dikotak koment, sehingga kami dapat merevisinya.

Lomba Media Pembelajaran Matematika se-Bali Tahun 2013

Update ! Batas pendaftaran dan pengumpulan media diundur menjadi tanggal 28 Pebruari 2013 . Dunia pendidikan  di Indonesia selalu mengalami inovasi, baik kurikulum yang digunakan, model-model dan strategi-strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat dan respon siswa dalam mengikuti pembelajaran agar kualitas pendidikan  di tanah air semakin mengalami progress yang signifikan. Kemajuan  ilmu pengetahuan dengan alat-alat teknologi yang semakin canggih di dunia membuat pendidikan di Indonesia tidak boleh ketinggalan agar mutu pendidikan di negara ini tidak jauh ketinggalan dengan negara maju lainnya.