Langsung ke konten utama

GLM 2015

Inovasi Tanpa Henti 
-GLM Hadirkan Sistem Rayon –

Lonceng Pekan Gema Matematika (PGM) berbunyi, pertanda akan dimulainya Gema Lomba Matematika (GLM) di tahun 2015. Kegiatan ini diawali dengan GLM tingkat SD dan SMP se-Bali dilanjutkan hingga ke tingkat SMA dan SMK se-Bali tahun 2015. Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaan GLM tingkat SD dan SMP se-Bali pada 1 Maret 2015 lalu yakni diberlakukannya sistem rayon sebagai bentuk inovasi baru. Kegiatan yang dilaksanakan di lima rayon di Bali yaitu Badung, Gianyar, Buleleng, Jembrana dan Karangasem ini diharapkan mampu memberikan angin segar kepada para peserta lomba.

Sistem rayon telah banyak diterapkan oleh beberapa organisasi dalam menjaring peserta lomba yang berkualitas di daerah kemudian bersaing menunjukkan kualitas mereka di satu tempat yang sama. Tak usah jauh-jauh, lihat saja rekan dari HMJ Pendidikan Kimia UNDIKSHA yang telah melaksanakan OKSHA (Olimpiade Kimia UNDIKSHA) dengan sistem rayon selama lebih dari tiga tahun berturut-turut. Hal ini karena, sistem rayon dipandang dapat meningkatkan jumlah peserta yang mengikuti lomba bahkan dua kali lipat dari sebelumnya. Para peserta tidak perlu lagi memikirkan biaya trasportasi akibat tempat perlombaan yang jauh serta biaya penunjang lainnya yang cukup menguras kantong.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika pun tak mau kalah. Sistem rayon akhirnya menjadi salah satu agenda baru dalam kegiatan PGM tahun ini khususnya dalam sub acara GLM tingkat SD dan SMP se-Bali tahun 2015. Pelaksanaan GLM di lima rayon yakni Badung, Gianyar, Buleleng, Jembrana dan Karangasem yang lalu terbilang berjalan dengan cukup lancar. Namun, yang namanya suatu kegiatan pastilah tak selalu berhasil sempurna, seperti ungkapan dalam bahasa inggris“There’s Nothing Perfect”. Kendala-kendala pun tak luput dari seluruh kepanitiaan PGM. Hal ini wajar mengingat GLM di rayon merupakan kegiatan perdana dengan sistem yang baru pula. Jika kepanitiaan tidak pernah mencoba untuk membuat terobosan yang baru, maka kegiatan GLM tidak akan pernah berkembang dan menuju pada kegiatan yang lebih baik.

Untuk mencapai sebuah keberhasilan diperlukan sebuah proses. Dengan meningkatkan koordinasi antar anggota tentu akan menjadikan kendala yang dihadapi tahun ini sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk kegiatan GLM di tahun berikutnya. Tetap semangat dan terus berjuang untuk menjadikan HMJ Pendidikan Matematika UNDIKSHA lebih baik dan lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas. Matriks...Jaya!! PGM 2015...Joss!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formulir Minat Bakat & Surat Pernyataan untuk Mahasiswa Baru

Bagi mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Matematika, diwajibkan untuk mendownload "Formulir Minat Bakat & Surat Pernyataan".
            Surat tersebut di cetak rangkap 1, dan dikumpulkan tanggal 15 Agustus 2014. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Dewa Ardinata (08983141246).

Formulir Minat BakatSurat Pernyataan

BIDANG I: PENALARAN DAN KEILMUAN

Program Utama Bidang I Melaksanakan lomba dan pelatihan karya tulis ilmiah di tingkat Jurusan Sie Seminar Melaksanakan Seminar KepemimpinanMengkoordinasikan undangan mengikuti kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh organisasi di  lingkungan   Undiksha atau organisasi lain di luar lingkungan Undiksha
Sie Kepustakaan Membuat buku kumpulan soal-soal GLM beserta pembahasannyaMembentuk perpustakaan HMJ
Sie Media Membuat koran/ majalah kampusMengkoordinasikan pembuatan majalah dinding tiap kelas atau semesterMengikuti kegiatan yang berkaitan dengan bidang jurnalistik (lomba ataupun pelatihan)Mengelola web jurusanMenjadi fasilitator, motivator dan koordinator bagi anggota HMJ dalam kegiatan yang berhubungan dengan karya tulis 
Selengkapnya Program Kerja Bidang I (PENALARAN DAN KEILMUAN) dapat di download di bawah ini :

LIHAT PROGRAM KERJA DOWNLOAD

CONTOH PKM

Didasari kesadaran penuh atas adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan masyarakat, serta munculnya tuntutan masyarakat atas lulusan perguruan tinggi yang bermutu, mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan bangsa, maka pada tahun 1997 DP2M merealisasikan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT). Salah satu komponen kunci di dalamnya adalah Program Karya Alternatif Mahasiswa (KAM). Inilah satu-satunya program yang dapat diakses dan dilaksanakan mahasiswa, karena program lainnya seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), Magang Kewirausahaan (MKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB) diperuntukkan bagi dosen.

Walaupun ada persyaratan untuk menyertakan mahasiswa sebagai pelaku lapangan. KAM merupakan wahana kreasi bagi mahasiswa dalam menciptakan produk (barang atau jasa) yang akan menjadi komoditas usahanya kelak. Sedangkan pematangan sebagai ent…