Langsung ke konten utama

PGM : GSM “CERAI” DENGAN GLM

"Keberlanjutannya Tergantung Evaluasi"

Beda pemimpin tentu saja memiliki visi dan misi yang berbeda. Tidak hanya dalam lingkup pemerintahan, hal tersebut tidak jarang terjadi di wadah-wadah organisasi dimana pun itu. Salah satunya adalah organisasi yang dilakukan oleh mahasiswa di kampusnya, seperti BEM, Senat, dan organisasi di jurusan. Setiap organisasi memiliki program kerjanya sendiri dan tentu saja program kerja tersebut diprakarsai oleh seorang pemimpin. Seperti yang ada di HMJ Pendidikan Matematika yang memiliki program kerja warisan  yaitu PGM (Pekan Gema Matematika).

Kegiatan akbar yang diselenggarakan oleh HMJ Pendidikan Matematika ini tentunya banyak menguras waktu, tenaga, pikiran, juga tak kalah penting biaya. Pekan Gema Matematika menawarkan empat jenis kegiatan yaitu GKM, GSM, GLM, dan GPM. Keempat kegiatan tersebut memiliki sesuatu yang berbeda.

Salah satu inovasi baru yang ditawarkan oleh panitia PGM yaitu adanya Seminar Nasional yang baru pertama kali dicetuskan pada PGM. Produk terbaru keluaran PGM Tahun 2011 ini mengundang banyak tanggapan positif baik dari kalangan mahasiswa, alumni, maupun dosen. seperti yang disampaikan oleh Pasek Suryawan yang merupakan mantan ketua HMJ Pendidikan Matematika periode2008/2009.
“Ada inovasi baru, ya bagus,” komentar Pasek.

Tidak cukup sampai disana terobosan dari GSM. Pada tahun ini GSM dan GLM bercerai karena adanya beberapa alasan. Diantaranya adalah masalah ruangan. Sama seperti kendala yang dihadapi panitia PGM Tahun 2010. Pemisahan waktu kegiatan GSM dan GLM mengundang reaksi dari beberapa pihak calon peserta seminar, khususnya luar Buleleng,  yang menyatakan enggan untuk ikut kegiatan seminar karena harus dua kali ke Singaraja. Pasek menanggapi hal tersebut sebagai hal yang wajar.

“Ya wajar saja. Adanya pemikiran tersebut karena terkait dengan biaya misalnya, apalagi dari luar Buleleng,” kata Pasek. “ya yang berpikiran seperti itu mungkin belum pernah mengikuti organisasi jadi belum tahu kendala yang dihadapi panitia. Jika memang benar ingin ikut seminar, apalagi tingkat nasional mereka pasti datang. Namanya inovasi, pasti ada resiko.”

Hal senada juga terlontar dari salah satu dosen Pendidikan Matematika, Bapak Sariyasa. Ditemui di ruangannya di Pasca Sarjana, Bapak Sariyasa menjelaskan bahwa  beliau sangat mengapresiasi kegiatan dari mahasiswanya ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan akademik salah satunya melalui kegiatan Seminar Nasional ini,” ujar Beliau.

Kegiatan seminar dalam lingkup nasional bukanlah hal yang mudah dilakukan apalagi yang melaksanakannya adalah mahasiswa yang notabene jarang diberi kesempatan untuk mengemban tanggung jawab besar tersebut. Namun, mahasiswa HMJ Pendidikan Matematika berani mengambil resiko untuk membuktikan bahwa mereka sudah sanggup memikul tanggung jawab yang besar. Seminar Nasional yang akan diadakan secara parallel pada 12 Maret 2011 akan mengundang pemakalah dari luar Bali yaitu Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Sc yang merupakan Kepala P4MRI Unlam Banjarmasin.

Selain mengapresiasi kegiatan seminar Nasional ini,, mantan Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Periode ???? juga memberikan tanggapannya terhadap pemisahan pelaksanaan GSM dan GLM yang mengundang wacana bernada negatif dari calon peserta seminar.

“Saya pikir satu-dua orang yang complain seperti itu masuk akal. Jadi ya kita coba dulu yang pertama ini, bagaimana setelah itu kita evaluasi,” kata Bapak Sariyasa.

Dosen yang pernah menjadi ketua seminar nasional jurusan pendidikan matematika tahun 2008 ini menyarankan adanya evaluasi pada saat pelaksanaan GLM terkait dengan Seminar Nasional yang sudah diadakan sebelumnya. Kegiatan evaluasi yang disarankan ini harus melibatkan guru-guru yang mengikuti GSM dan pada pelaksanaan GLM menjadi pendamping siswa, atau pun yang memang ingin mengikuti evaluasi ini. Masukan dari guru-guru sangatlah diharapkan pada evaluasi ini karena keberlanjutan Seminar Nasional pada waktu GSM dipengaruhi oleh hasil evaluasi.

“Setelah evaluasi, jika tidak efisien ya kita gabungkan GLM dengan GSM tapi skalanya tetap nasional. Ya tergantung hasil evaluasi nanti,” tegas Beliau.Kegiatan seminar nasional ini tidak hanya memberikan manfaat untuk peserta seminar, tapi juga kepada mahasiswa Pendidikan Matematika karena mendapatkan pengalaman yang sangat mahal. Seminar Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Maret ini diharapkan untuk lebih disosialisasikan agar tahun-tahun berikutnya dapat terselenggara kembali.
“Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan,” ujar Beliau pada akhir wawancara.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formulir Minat Bakat & Surat Pernyataan untuk Mahasiswa Baru

Bagi mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Matematika, diwajibkan untuk mendownload "Formulir Minat Bakat & Surat Pernyataan".
            Surat tersebut di cetak rangkap 1, dan dikumpulkan tanggal 15 Agustus 2014. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Dewa Ardinata (08983141246).

Formulir Minat BakatSurat Pernyataan

BIDANG I: PENALARAN DAN KEILMUAN

Program Utama Bidang I Melaksanakan lomba dan pelatihan karya tulis ilmiah di tingkat Jurusan Sie Seminar Melaksanakan Seminar KepemimpinanMengkoordinasikan undangan mengikuti kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh organisasi di  lingkungan   Undiksha atau organisasi lain di luar lingkungan Undiksha
Sie Kepustakaan Membuat buku kumpulan soal-soal GLM beserta pembahasannyaMembentuk perpustakaan HMJ
Sie Media Membuat koran/ majalah kampusMengkoordinasikan pembuatan majalah dinding tiap kelas atau semesterMengikuti kegiatan yang berkaitan dengan bidang jurnalistik (lomba ataupun pelatihan)Mengelola web jurusanMenjadi fasilitator, motivator dan koordinator bagi anggota HMJ dalam kegiatan yang berhubungan dengan karya tulis 
Selengkapnya Program Kerja Bidang I (PENALARAN DAN KEILMUAN) dapat di download di bawah ini :

LIHAT PROGRAM KERJA DOWNLOAD

CONTOH PKM

Didasari kesadaran penuh atas adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan realita kebutuhan masyarakat, serta munculnya tuntutan masyarakat atas lulusan perguruan tinggi yang bermutu, mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan bangsa, maka pada tahun 1997 DP2M merealisasikan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT). Salah satu komponen kunci di dalamnya adalah Program Karya Alternatif Mahasiswa (KAM). Inilah satu-satunya program yang dapat diakses dan dilaksanakan mahasiswa, karena program lainnya seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), Magang Kewirausahaan (MKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan Inkubator Wirausaha Baru (INWUB) diperuntukkan bagi dosen.

Walaupun ada persyaratan untuk menyertakan mahasiswa sebagai pelaku lapangan. KAM merupakan wahana kreasi bagi mahasiswa dalam menciptakan produk (barang atau jasa) yang akan menjadi komoditas usahanya kelak. Sedangkan pematangan sebagai ent…